Selasa, 07 November 2017

LAPORAN AKHIR
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA KKN UMPAR ANG. XIX TAHUN 2017







KELOMPOK 48
DESA TUTTULA, KECAMATAN TAPANGO
KABUPATEN POLMAN


1.      Fridolin                                                               214 120 032
2.      Ari Putra Utama                                                  214 210 075
3.      Nur Hamzah                                                        213 190 042
4.      Annisa Mulya Utami                                            214 240 148
5.      Misra                                                                  214 240 041
6.      Titin octavyani                                                     214 240 027
7.      Andi Hilda Pratiwi                                               214 150 010
8.      Yusriani                                                               214 170 033
9.      Kasman Kadir                                                     214 230 020




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2017


HALAMAN PENGE SAHAN
            Laporan ini diajukan sebagai realisasi dalam pelaksanaan program kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Angkatan XIX tahun 2017 yang berlokasi di Desa Tuttula Kecamatan Tapango Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat dan sekaligus sebagai laporan akhir dari kegiatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juli sampai dengan 27 September 2017

Tuttula, 24 September 2017
Mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX
Kelompok 48 Desa Tuttula
Tahun Akademik 2016/2017

Ketua,                                                 Sekertaris


         Kasman Kadir                                         Yusriani
       NIM. 214 320 020                               NIM. 214 170 033

Disahkan Oleh :
Kepala Desa Tuttula                                     Dosen Pembimbing


      Dermawan                                   Harsani, S.P., M.P
                                                                NBM. 1207789
Camat Tapango,

     Muhammad Dinar, SP., M.Si
                                                           NIP. 19641231 19803 1 247



KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penyusunan laporan Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Parepare Angkatan XIX Tahun 2017 Kelompok 48 di Desa Tuttula Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar.
Salam rindu serta Salawat tak lupa juga kami kirimkan kepada junjungan kita Nabiullah Muhammad SAW, Nabi yang menjadi suri tauladan bagi umatnya dan menjadi leader sejati dalam menuntun perjalanan hidup dan kehidupan kita dalam menemukan jalan kebenaran menuju titik puncak kesempurnaan yang hakiki.
Dengan tingkat pencapaian hasil program kerja mahasiswa KKN serta keterlibatan unsur masyarakat sekitar dan lingkungannya yang dinilai sukses diharapkan mampu mambawa perubahan dan peningkatan baik dari segi mental spiritual, mental aktual, keterampilan dan sarana, sehingga nantinya dapat menjadikan Desa Tuttula lebih meningkat pembangunannya pada khususnya dan Kacamatan Tapango pada umumnya.
Laporan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX Kelompok 48 Tahun 2017 dan merupakan evaluasi dari program kerja yang di dalamnya dapat dijadikan acuan untuk melihat sejauh mana keterlibatan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu dan pengabdiannya kepada masyarakat. Demikian pula dengan sikap dan respon masyarakat terhadap peserta KKN selama menempati lokasi Kuliah Kerja Nyata tersebut.
Melalui laporan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1.     Bapak  Prof. Dr. Muhammad Siri Dangga, M.S selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare beserta Badan Pelaksana KKN UMPAR Angkatan XIX Tahun 2017 yang telah memberikan pembekalan sebelum dan pemberangkatan serta telah berupaya keras di dalam pelaksanaan KKN ini.
2.  Ibu Dr.St.Wardah Hanafie Das, M.Ag. selaku Koordinator pembimbing Kecamatan yang telah memberikan arahannya dalam pelaksanaan program kerja KKN UMPAR.
3.   Bapak Harsani, S.P, M.P selaku dosen pembimbing mahasiswa KKN Kelompok 48 Desa Tuttula Kecamatan Tapango Kabupaten Polman  yang telah banyak memberikan bimbingan dan motivasi kepada kami dalam berkarya dan melaksanakan program kerja kami.
4.     Bapak Muhammad Dinar, SP., M.Si selaku Camat Tapango beserta jajarannya yang telah menerima kami dengan baik di Kecamatan Tapango.
5.        Bapak Dermawan selaku kepala Desa Tuttula beserta  jajarannya serta masyarakat yang telah  banyak memberikan bantuan dan kerjasama baik moril maupun materil dalam pelaksanaan program kerja KKN UMPAR Kelompok 48 sehingga berjalan dengan baik.
6.   Keluarga Besar bapak Hamma’dan, selaku kepala dusun Tuttuala sekaligus tuan rumah yang telah menerima kami dan menganggap kami sebagai bagian dari anggota keluarga selama kurang lebih 2 (dua) bulan lamanya hidup satu atap di rumah kediamannya.
7.        Saudara-saudara pemuda Desa Tuttula yang telah banyak memberikan kerja sama dan kontribusi  baik dari segi ide-ide cemerlang dari hasil pemikiran maupun kontribusi tenaga dalam menyukseskan program kerja kami.
8.     Korcam dan rekan-rekan KKN UMPAR Angkatan XIX Tahun 2017 yang berlokasi di Kecamatan Tapango atas kekompakan dan kerjasama yang baik sesama teman KKN.
Adapun yang belum sempat tersentuh atau tersampaikan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukan berarti lepas dari pertanggung jawaban tetapi merupakan kelemahan selaku manusia biasa, tetapi  tanpa kehadiran dan pertisipasi segenap pihak pendukung dan hanya mengharapkan doa tanpa usaha giat dan kerja sama, maka kami meragukan bahwa keberadaan kami selama ± 2 bulan menjalankan program KKN tidak dapat berjalan dengan baik.
Atas nama mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX Kelompok 48 Tahun 2017, memohonkan pahala ibadah di sisi Allah, semoga kebersamaan kita senantiasa dikenang dan mendapat tempat di hati.
Demikian dan terimah kasih .

Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khaerat
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tuttula, 27 September  2017
Penyusun,


Mahasiswa KKN UMPAR
Angkatan XIX Tahun 2017
Kelompok 48 Kab. Polman





DAFTAR ISI
Halaman Sampul ..................................................................................................  i
KATA PENGANTAR  ........................................................................................  ii
DAFTAR ISI  ......................................................................................................  vi
BAB I.  PENDAHULUAN  ...............................................................................  1
A.   Gambaran Kuliah Kerja Nyata  ................................................................  1
B.   Tujuan Kuliah Kerja Nyata  .....................................................................  1
C.   Sasaran Kuliah Kerja Nyata .....................................................................  3
BAB II. GAMBARAN DESA TUTTULA ............................................... 5
A.    Sejarah Desa Tuttula ................................................................................  5
B.     Keadaan Geografis  ..................................................................................  6
C.     Keadaan Demografis  ...............................................................................  8
D.    Keadaan Sosial Budaya ...........................................................................  9
E.     Keadaan Keagamaan ................................................................................  10
BAB III. PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA
A.   Dasar Penyusunan Program Kerja .................................................. 12
B.   Pelaksanaan Program Kerja ......................................................................  14
C.   Faktor Pendukung dan Penghambat Program Kerja ................................  21
BAB IV. PENUTUP
A.    Kesimpulan ....................................................................................  23
B.     Saran .........................................................................................................  23
LAMPIRAN
Biodata Peserta KKN
Struktur Organisasi
Time Schedule Kegiatan
Laporan Hasil Program Kerja
Dokumentasi  Kegiatan
Laporan Keuangan
Surat Masuk dan Keluar
BAB I
PENDAHULUAN
A.             Gambaran Kuliah Kerja Nyata
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu perwujudan Catudarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yaitu pengabdian kepada masyarakat dan merupakan salah satu kegiatan akademik yang bersifat intrakurikuler yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa dari suatu tingkatan studi tertentu yang mana merupakan pengabdian kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan bobot disiplin mahasiswa. Pengabdian tersebut ditujukan untuk membangun masyarakat, baik pembangunan fisik maupun non fisik (sosial, budaya dan agama).
Adapun ciri-ciri dari pada suatu kegiatan KKN, antara lain :
1.    KKN adalah kegiatan yang bersifat antar Fakultas (interdisiplin).
2.    KKN banyak melibatkan komponen yang ada di dalam kampus.
3.    KKN juga tidak pernah lepas dengan keterlibatan komponen di luar kampus (pemerintah daerah, masyarakat di lokasi KKN serta kelompok masyarakat lainnya).
Orientasi dari pelaksanaan KKN adalah membangun pola pikir masyarakat dan pemerintah setempat agar lebih maju dan berusaha membentuk pembangunan fasilitas kehidupan menuju peningkatan standar dan kualitas dengan tetap berusaha mempertahankan nilai-nilai sosial masyarakat. KKN juga merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan apa yang telah diperoleh di perguruan tinggi, bukan hanya pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman yang diperoleh dari aktivitas berorganisasi dan bermayarakat.
B.             Tujuan Kuliah Kerja Nyata
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah kegiatan intrakurikuler dengan tujuan utama untuk memberikan pendidikan dan pengalaman kepada mahasiswa sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat. Oleh karena itu pelaksanaannya  membutuhkan lokasi yang tepat dan pelaksanaannya memerlukan keterlibatan masyarakat, sehingga realisasi yang diharapkan di lapangan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan.
Pada dasarnya tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata yaitu :
1.    Mahasiswa akan mempunyai pengalaman bekerja yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner.
2.    Memberikan pendidikan kesiplinan dan sosial kemasyarakatan pada mahasiswa.
3.    Membantu masyarakat dalam aktivitas keseharian dan melancarkan pembangunan di lokasi masing-masing.
Dengan demikian, melalui Kuliah Kerja Nyata akan terlihat bahwa perguruan tinggi bukan merupakan suatu kelembagaan yang terpisah dari masyarakat, tetapi merupakan suatu keterkaitan dan saling berinteraksi baik secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Hal ini disebabkan agar perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan serta seni akan terasa lebih nyata.
Hal tersebut juga didukung dengan asas-asas yang diterapkan dalam mengabdikan diri terhadap masyarakat. Asas-asas tersebut antara lain :
§  Asas kelembagaan
§  Asas amaliah dan amal ilmiah
§  Asas inisiatif, inovatif dan kreatif
§  Asas kerjasama
§  Asas edukatif
§  Asas kesinambungan

C.             Sasaran Kuliah Kerja Nyata
Atas dasar tersebut maka KKN mempunyai tiga sasaran dalam mewujudkan seluruh program kerja yang telah di rencanakan, antara lain yaitu :
1.    Mahasiswa
a.    Memperdalam pengetahuan mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisiplin sehingga dapat merasakan adanya saling interaksi, kerjasama antar seluruh lapisan masyarakat serta meningkatkan daya nalar mahasiswa terhadap penelaan, perumusan dan pemecahan suatu masalah dan kasus yang ditemukan selama proses Kuliah Kerja Nyata  dan tak kalah penting adalah memahami seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat.
b.    Memperdalam pemahaman mahasiswa tentang pengaplikasian ilmu yang telah didapatkan di lembaga akademika.
c.    Memberikan keterampilan kepada mahsiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan IPTEK secara interdisplin antar sektor.
d.   Melatih mahasiswa sebagai dinamisator dan problemsolver.
e.    Memberikan pengalaman belajar dan bekerja sebagai kader pembangunan sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakat.
f.     Melalui pengalaman dalam melakukan penelaan, perumusan dan pemecahan masalah secara langsung, akan menumbuhkan sikap profesionalisme dan kepedulian sosial yang tinggi dalam diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian dan tanggung jawab.
2.    Masyarakat dan Pemerintah Daerah
a.    Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga serta IPTEK dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.
b.    Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuh kembangkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu beradaptasi aktif dalam pembangunan.
c.    Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat serta terjamin kelanjutan upaya pembangunan.
d.   Memperoleh metode baru dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan serta memperoleh bantuan dari mahasiswa dalam melaksananakan program dan proyek pembangunan yang berada di bawah tanggung jawabnya.
3.    Perguruan Tinggi
a.    Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswanya dalam proses pembangunan di tengah masyarakat, sehingga kurikulum materi perkuliahan dan pengembangan ilmu yang diasah di perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata dari pembangunan.
b.    Memperoleh berbagai macam masalah atau kasus yang dapat dijadikanacuan dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan pemecahannya serta dapat menelaah dan merumuskan berbagai macam problem di dalam masyarakat.
c.    Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi serta pihak terkait lainnya melalui rintisan kerjasama selama proses Kuliah Kerja Nyata berlangsung.





BAB II
GAMBARAN DESA TUTTULA

A.           Sejarah  Desa Tuttula
Desa Tuttula merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di wilayah Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar, yang merupakan desa pemekaran dari Desa Bussu.
Berawal dari keinginan masyarakat yang mengharapkan pendekatan pelayanan dan peningkatan kuwalitas pelayanan publik, mengingat pusat pemerintahan desa induk (Bussu) jaraknya cukup jauh sekitar 2-3 km dari dusun Tanasi, Tuttula. Atas dasar itulah para tokoh masyarakat dusun Tanasi,Tuttula melakukan rembuk merencanakan pemekaran wilayah atau berpisah dari desa Bussu, setelah dilakukan musyawarah bersama dengan pemerintah Desa Bussu rencana tersebut dapat disetujui dan diajukan pemekaran menjadi Desa TUTTULA kepada Pemerintah Daerah.
Kata Tuttula merupakan nama dari sebuah bukit yang terletak di jantung wilayah desa pemekaran dan menjadi tempat bermusyawah untuk menyelesaikan berbagai kasus yang terjadi pada masa lampau, adapun Tuttula berasal dari bahasa pannei (bahasa daerah setempat/suku minoritas di daerah Mandar) yang memiliki arti bermusyawarah, sebuah kata yang mengandung arti berkumpul untuk Sepakat. Namun kata TUTTULA secara kalimat dapat diartikan BERMUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT
Dan sebagai tindak lanjut respon dari Pemerintah Daerah, tanggal 13 Oktober 2008  Bpk. Drs. H. ALI BAAL MASDAR, M.Si sebagai Bupati Polewali Mandar, yang diwakili oleh Camat Tapango yang dijabat oleh Bpk. H. AHMAD SAIFUDDIN, SH. MM meresmikan pemekaran Desa Persiapan Tuttula yang juga dikuti peresmian Desa Persiapan Kalimbua dan Desa Persiapan Jambu malea. Ditandai dengan pelantikan penjabat sementara Desa Persiapan Tuttula dan selaku Penjabat Sementara Kepala Desa Persiapan Tuttula Alm Bpk. YUSENG dengan SK BUPATI Tahun 2008.
Dengan tekad dan kerjasama serta keinginan yang kuat dari masyarakat sebelum pelantikan penjabat sementara desa pemekaran Tuttula telah dapat dibangun sebuah kantor desa yang memungkinkan sebagai pusat pelayanan administrasi desa dengan ukuran luas bangunan 9 m x 15 m.
Melihat secara administratif dan telah tersedianya fasilitas penunjang administrasi pemerintahan desa Tuttula pada hari rabu tanggal 28 April 2010 ditetapkan  sebagai desa definitif dan menjadi salah satu desa dari 14 desa yang berada diwilayah kecamatan Tapango ditandai dengan diadakannya pemilihan kepala desa yang pertama kalinya di desa tuttula dan yang menjadi pilihan masyarakat untuk menjabat sebagai kepala desa Tuttula waktu itu adalah Bpk SYAFARUDDIN, SE. Maka pada tanggal 4 juni tahun 2010 Bpk Bupati Polewali Mandar Drs. H. ALI BAAL MASDAR, M.Si  melantik Bpk SYAFARUDDIN, SE  bersama dengan 35 kepala desa yang baru lainnya  menjadi kepala desa defenitive yang pertama sesuai KEPUTUSAN BUPATI POLEWALI MANDAR No. 173 TAHUN 2010 tertanggal 10 mei 2010.
B.             Keadaan Geografis
1.          Geografi
Secara geografis wilayah Desa Tuttula Kecamatan Tapango Desa Tuttula terletak di ujung bagian Barat wilayah Kecamatan Tapango dengan batas-batas wilayah :
   Sebelah Utara              : Desa Ba’ba Tapua
   Sebelah Selatan          : Desa Rappang
   Sebelah Barat              : Desa Rappang Barat, Landi Kanussuang
●   Sebelah Timur             : Desa Bussu
Kantor Kepala Desa berada di wilayah Dusun Tuttula sekaligus sebagai pusat Pemerintahan, mempunyai luas wilayah + 6.415.000 M2 persegi yang terdiri dari areal persawahan seluas + 50.000 m2, areal perkebunan seluas + 4.100.000 m2, areal permukiman seluas + 1.750.000 m2 dan lain-lain seluas + 515.000 m2.
2.         Geohidrologi
Wilayah Desa Tuttula diapit oleh dua aliran sungai yaitu sungai kali Kahutu sebagai batas wilayah dengan Desa Bussu dan,  Sungai lemarrang yang juga sebagai batas wilayah Desa Ba’ba Tapua meskipun debit air kedua sungai tersebut beberapa tahun belakangan ini mulai bekurang bahkan ada indikasi pada musim kemarau  mengalami kekeringan.
3.         Klimatologi
Kondisi iklim di sebagian besar desa Tuttula tidak jauh beda dengan kondisi iklim wilayah kecamatan Tapango dan bahkan Desa Tuttula secara umum dengan dua musim, yaitu musim kemarau yang berlangsung antara bulan Juni hingga Agustus dan musim hujan antara bulan September hingga Mei dengan temperatur/suhu udara pada tahun 2008 rata-rata berkisar antara 20,31ºc 28,06ºc  dan suhu maksimum terjadi pada bulan Oktober dengan suhu  29,10ºc serta suhu minimum 20,07ºc terjadi pada bulan Juni. Kelembaban udara berkisar antara 85,46%, kelembaban udara maksimum terjadi pada bulan maret dan nopember sebesar 87,12% sedangkan kelembaban minimum terjadi pada bulan september dan agustus sebesar 79,00%.
Lamanya penyinaran matahari yang terjadi selama tahun 2008 rata-rata 68,67%, lamanya penyinaran matahari maksimum terjadi pada bulan Juli sebesar 86,00% dan lamanya penyinaran matahari minimum terjadi pada bulan februari, Nopember dan Desember sebesar 49,00%. Kecepatan angin rata-rata yang terjadi selama tahun 2008 sebesar 207/8 knot, kecepatan maksimun terjadi pada bulan februari yaitu 270/10 knot, sedangkan kecepatan minimum terjadi pada bulan Mei sebesar 135/8 knot. Tekanan udara yang ditandai dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Tekanan udara berkisar antara 1.001,60 mbs – 1.006,60 mbs.  Sedangkan keadaan curah hujan pada tahun 2008 sebesar 144,29 mm dengan curah hujan terendah bulan Juli sebesar 0,00 mm dan curah hujan tertinggi pada bulan Nopember sebesar 448,90 mm.

C.             Keadaan Demografis
1.    Sumberdaya Alam
Potensi sumberdaya alam di Desa Tuttula meliputi sumberdaya alam non hayati yaitu: air, lahan, udara, bukit, hutan dan bahan galian, sedangkan sumberdaya alam hayati yaitu perkebunan, flora dan fauna.
Khususnya tataguna dan intensifikasi lahan yang ada di Desa Tuttula sbb :
-          Persawahan seluas                           : 5 Ha.
-          Perkebunan  seluas                          :  410 Ha
-          Tanah Kosong                                  : 5 Ha
-          Permukiman seluas                          : 175 Ha
-          Perkantoran/Fasilitas umum seluas :  2 Ha
·         Sumur gali        
·         Perlindungan Mata Air
·         Perpipaan
·         Mata air 
·         Sumber Daya Manusia
Desa Tuttula terdiri dari 4 dusun yaitu :
1. Dusun Tuttula,
2. Dusun Tanasi,
3. Dusun Balanipa,
4. Dusun Gattungan
Adapun kondisi sumber daya manusia secara umum menurut latar belakang pendidikan masih sangat rendah, sesuai dengan pendataan tahun 2009 yang lalu bahwa angka buta aksara dari usia sekolah sampai usia 50 tahun keatas tercatat sebanyak 47 jiwa yang tidak mampu membaca dan menulis (buta aksara) dan kondisi tersebut rata-rata disemua dusun yang ada. Untuk lebih akuratnya kondisi potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh desa Tuttula sbb :
1.         Jumlah Penduduk                                                                       :1.008    jiwa
Laki-laki                                                                                        :   477    jiwa
Perempuan                                                                                    :   521    jiwa
2.         Penduduk menurut strata pendidikan
a.          Sarjana (S1,S2,S3)                                                           :   12     orang
b.          Diploma (D1,D2,D3)                                                        :     3     orang
c.           SLTA / sederajat                                                               :   57    orang
d.          SMP / sederajat                                                                :   83    orang
e.          SD/ sederajat/balum sekolah                                              : 386    orang
f.           Buta aksara                                                                        :
-            Usia 07-15 th                                                           :          orang
-            Usia > 15 – 45 th                                                     :    10 orang 
-            Usia > 45 th keatas                                                  :         orang
3.       Prasarana Dan Sarana
                a. Prasarana Pendidikan
Ø   Gedung TK/Klp Bermain                                                           : 2        Unit
Ø   Gedung SD/ MIN                                                                      : 1        Unit
Ø   Gedung SMP/ MTS                                                                  : 1         Unit
Ø   Gedung SMA/ MA                                                                   :            Unit
   b. Prasarana Transportsi
Ø   Jalan Kabupaten                                        :  25 Km
Ø   Jalan Desa                                                 :   7  Km
Ø   Jalan usaha tani                                          :   1.75 Km’
c. Prasarana Ibadah                                                                                        
Ø   Masjid                                                       : 3      Unit
Ø   Musholla                                                    : 2      Unit

D.             Keadaan Ekonomi
Desa Tuttula dapat dianalisa sebagai salah satu desa perkebunan bila melihat dari kondisi mata pencaharian masyarakat yaitu mata pencaharian penduduk rata-rata sebagai petani kebun kakao dan kelapa, penerapan tehnologi pada usaha pertanian, kerajinan dan sektor sekunder mulai berkembang. Meskipun dalam pendataan terakhir mengindikasikan adanya perkembangan ditingkat ekonomi masyarakat akan tetapi dari 311 Kepala Keluarga yang ada, sebanyak 170 KK masih tergolong miskin atau berdasarkan persentase sekitar 65% masih tergolong tidak mampu dibuktikan masih banyak kepala keluarga yang mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu untuk mendapatkan rekomendasi pembebasan dari biaya di Rumah Sakit atau untuk pendidikan anaknya.
Dengan hal tersebut menunjukkan betapa masih lemahnya kondisi ekonomi masyarakat karena disamping IPM masyarakatnya masih rendah juga disebabkan sumber mata pencaharian dan anggkatan kerja sangat rendah
Proporsi sumber mata pencaharian masyarakat Desa Tuttula
No.
Jenis Pekerjaan
Proporsi jumlah angkatan
kerja Tahun 2009
Jumlah
%
1
Petani
324,00
32,14
2
Buruh Tani/Buruh Bangunan
41,00
4,07
3
Buruh Harian Lepas
64,00
6,35
4
Pedangang
2,00
0,20
5
Wiraswasta
23,00
2,28
6
PNS/TNI/POLRI/Pensiunan
1,00
0,10
7
Jasa Angkutan
2,00
0,20
8
Peternak

0,00
9
Tukang Bangunan
4,00
0,40
10
Belum Bekerja
547,00
54,27
Jumlah
1.008,00
100,00
                Sumber data: data Desa Tuttula
E.              Kondisi Pemerintahan Desa
1.    Pembagian Wilayah
Secara administrasi Desa Tuttula Kecamatan Tapango terbagi dalam 4 dusun, dengan luas wilayah ± 6.415 KM  :


2.      Struktur Organisasi Pemerintahan Desa dan BPD





BAB III
PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA
A.             Dasar Penyusunan Program Kerja
Setelah pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Angkatan XIX tahun Akademik 2017, setiap kelompok Mahasiswa KKN berangkat ke lokasi masing-masing sesuai dengan yang telah ditetapkan untuk melakukan survei lokasi.
Kelompok 48 Mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX Tahun 2017 yang ditempatkan di Kabupaten Polman tepatnya di Desa Tuttula Kecamatan Tapango, sebelum mengawali kegiatan terlebih dahulu melakukan observasi selama ±7 hari baik melalui pengamatan langsung di lokasi maupun wawancara.
Setelah melakukan observasi, kami menarik beberapa kesimpulan yang dapat dilaksanakan kemudian dituangkan dalam bentuk rencana Program Kerja. Setelah rancangan program kerja rampung selanjutnya rancangan program kerja itu diajukan dalam Seminar Program Kerja Mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX tahun Akademik 2017 Kelompok 48.
Berdasarkan hasil seminar tersebut, setelah melalui pertimbangan dan usulan dari berbagai pihak di Desa Tuttula, menghasilkan program kerja untuk jangka waktu kurang lebih dua bulan selama berada di lokasi KKN.
Rencana program kerja tersebut terdiri dari kegiatan fisik dan non fisik. Selanjutnya dalam melaksanakan program kerja baik fisik dan non fisik dijadwalkan sedemikian rupa, sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Dalam pelaksanaan program kerja, aspirasi dan partisipasi masyarakat sangat tinggi, hanya saja karena rutinitas masyarakat membuat kami kurang dapat bantuan yang maksimal dari sebagian warga masyarakat. Akan tetapi hal itu tidak menghambat program yang telah kami rencanakan sehingga dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Adapun susunan program kerja yang telah kami buat beserta penanggung jawab dari tiap-tiap program kerja yang telah disepakati antara lain sebagai berikut:


1.       AL – ISLAM KEMUHAMMADIYAAN
a.       Mengajar mengaji
Penanggung Jawab : Misra
b.      Pengajian
Penanggung Jawab : Misra
2.       PENDIDIKAN SOSIAL BUDAYA
Mengajar di sekolah sesuai kurikulum
Penanggung Jawab : Fridolin
3.       PRODUKSI
a.       Pelatihan membuat prakarya
Penanggung Jawab : Andi Hilda Pratiwi
b.      Pendampingan membudidayakan 5 jenis sayur
Penanggung Jawab : Andi Hilda Pratiwi
4.       SARANA DAN PRASARANA
a.        Pembuatan batas dusun dan pengadaan papan nama rumah aparat desa/dusunPenanggung
Jawab : Ari Putra Utama
b.      Pengadaan tempat sampah untuk setiap masjid di Desa Tuttula
Penanggung Jawab : Ari Putra Utama
5.       KESEHATAN LINGKUNGAN
a.       Penyuluhan PHBS
Penanggung Jawab : Titin Octavyani
b.      Pendampingan  Imunisasi  Posyandu
Penanggung Jawab : Titin Octavyani
c.       Baksos (jumat bersih)
Penanggung Jawab : Titin Octavyani
6.       ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Pembaharuan Struktur Organisasi Kantor Desa Tuttula
Penanggung Jawab : Nur Hamzah



B.             Pelaksanaan Program Kerja
Pada umumnya penyusunan program kerja tetap berorientasi pada pedoman yang telah diberikan yaitu 60% untuk kegiatan fisik dan  40% untuk kegiatan non fisik. Sebagian dari kegiatan yang telah diprogramkan adalah program baru yang telah diselesaikan dengan kebutuhan daerah tersebut, terutama dalam peningkatan atau pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Adapun uraian dari pelaksanaan program kerja kami antara lain sebagai berikut:
1.         AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAAN
a.     Mengajar mengaji
Dilaksananakan selama bulan agustus dan september  pada tanggal 7 agustus sampai tanggal 14 september. Tujuan program kerja ini adalah agar anak-anak dapat membaca al-qur’an secara tartil. Mengajar mengaji di 2 mesjid di desa Ttuttula  yakni di Masjid Nurul Ridha  dan Masjid muhajrin. Sarana yang di butuhkan Motor dan Al Quran . Biaya yang di perlukan selama melaksanakan program kerja yakni sebesar Rp.30.000, dan hasil yang ingin di capai agar munculnya generasi muda yang dapat membaca al-Qu’ran yang baik dan benar. Faktor pendukung selama kegiatan yakni antusias dari anak-anak dalam belajar mengaji . Adapun faktor penghambat selama kegiatan yakni cuaca, jarak yang jauh saat mengajar mengaji di dusun tanasi serta kurang fasih dalam berbahasa mandar. seperti yang di ketahui anak-anak desa tuttula yang lebih mengutamakan bahasa mandar di banding bahasa Indonesia. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggungjawab Misra.
b.        Pengajian
Dilaksanakan pada bulan september  yakni tanggal 6 dan tanggal 20 . Tujuan program kerja ini adalah untuk membangun silaturahmi dengan warga masyarakat desa tuttula. Lokasi kegiatan adalah di Masjid Nurul Ridha dan salah satu rumah warga di dusun tanasi. Hasil yang ingin di capai adalah terciptanya hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat desa tuttula. Sarana yang di butuhkan yakni motor, pengeras suara, al-qur’an. Biaya yang di perlukan selama pelaksanaan kegiatan Rp. 400.000. Faktor pendukung selama kegiatan yakni Partisipasi masyarakat yang sangat luar biasa dan antusias menyimak materi yang di bawakan . Sedangkan faktor penghambat yakni masalah cuaca yang sangat panas  karena program kerja di laksanakan pada saat siang  setelah sholat dzuhur. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggungjawab adalah Misra.
2.         PENDIDIKAN SOSIAL dan BUDAYA
Mengajar Disekolah Sesuai Kurikulum
Dilaksanakan selama 4 minggu yakni 4 kali dalam seminggu pada tanggal 7 agustus30 agustus. Tujuan program kerja ini adalah membantu tenaga pengajar dan Memberikan pelajaran tambahan kepada siswa-siswi MIN 3 POLMAN. Lokasi kegiatan di MIN 3 POLMAN. Hasil yang ingin di capai adalah mendekatkan antara mahasiswa kkn dan siswa(i) MIN 3 Polman. Sarana yang di perlukan yaitu papan tulis, ATK, buku paket dan lain-lain. Faktor pendukung pelaksaan proker yakni peserta yang memiliki partisipasi dan antusias yang sangat luar biasa di samping itu ruang kelas yang mendukung. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan program kerja yakni sebagian mahasiswa yang mengajar bukan berasal dari bidang (jurusan) kependidikan,sehingga mereka tidak terlalu paham dalam mengajar  sesuai kurikulum , tetapi dengan melihat semangat anak–anak menjadikan kami juga semangat dalam melaksanakan proker. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggung jawab Fridolin.

3.         PRODUKSI
a.         Pelatihan membuat prakarya/kerajinan tangan
Dilaksanakan sebanyak 3 kali, 1 kali di MIN 3 Polman pada tanggal 24 agustus 2017 sedangkan pelatihan ke-2 dan ke-3 dilaksanakan di posko. Tujuan Program kerja adalah Mengajarkan kepada siswa(i) cara membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah. Hasil yang dicapai adalah Sebanyak 45 siswa (kelas 3,4,5 dan 6) mengikuti pelatihan tersebut. Biaya yang di perlukan selama kegiatan Rp. 120.000. Faktor pendukung terlaksananya program kerja yakni antusias anak-anak mengikuti pelatihan tersebut. Faktor penghambat yakni keterbatasab dana. Program kerja ini memilik persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggung jawab Andi Hilda Pratiwi .
b.        Pendampingan membudidayakan 5 jenis sayur
Program kerja ini merupakan program titipan dari kecamatan, dimana progaram membudidayakan 5 jenis sayur di pekarangan rumah itu sendiri merupakan salah satu progam pemerintah daerah Pelewamali Mandar. Adapun 5 jenis sayur yang dimaksudkan adalah terong, tomat, kacang panjang, cabe rawit, dan lombo besar. Adapun pelaksanaan dari program kerja ini baru dapat terlaksana pada bulan ke-2 pelaksanaan KKN dikarenakan kendala akan bibit yang sebelumnya diharapkan disediakan oleh kecamatan. Namun kendala tersebut kemudian tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa KKN posko 48, dan hasilnya sebanyak 6 kepala keluarga dapat didampingi membudidayakan sayuran tersebut. Adapun kordinator dari program kerja ini adalah Andi Hilda Pratiwi .
4.         SARANA DAN PRASARANA
a.         Pembuatan batas dusun dan pengadaan papan nama rumah aparat desa/dusun, serta papan nama untuk TK
Tujuan program kerja ini yaitu memperjelas batas Dusun dan menunjukkan lokasi rumah aparat desa/dusun serta lokasi R.A Anugrah 1 yang ada di Tuttula. Hasil yang dicapai adalah sebanyak  9  batas dusun dan papan nama rumah aparat desa/dusun telah dipasang. Sarana yang di butuhkan yakni Papan, balok, peralatan Pertukangan, cat, kuas, kertas, print, pilox. Biaya yang di perlukan selama pembuatan batas–batas dusun sebesar Rp. 300.000. Faktor  pendukung yakni bahan yang mudah di temukan . Faktor penghambat yakni bahan yang cukup mahal. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggung jawab Ari Putra Utama.
b.        Pengadaan tempat sampah untuk setiap masjid di Desa Tuttula
Program kerja ini terlaksanakan pada 4-10 september 2017, dengan mengadakan 3 tempat sampah yang terbuat dari bambu di setiap masjid di Desa Tuttula yakni Masjid Nurul Rhida Tuttula, masjid Muhajrin Tanasi, dan masjid Nurul Baitul Rahman. Tujuan tujuan program kerja ini ialah mempertahankan kebersihan lingkungan. Hasil yang ingin di capai Terciptanya masjid yang bersih dan bebas dari sampah. Sarana yang di butuhkan berupa bambu, cat, kuas, print, kertas, cutter, balok, papan.  Biaya yang di butuhkan dalam pengadaan tempat sampah Rp 90.000 dengan  persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggungjawab Ari Putra Utama.
5.         KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN
a.         Penyuluhan Perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS)
Program kerja ini dilaksanakan di MIN 3 POLMAN pada tanggal 26 agustus 2017. Tujuan program kerja ini adalah Mengajarkan tata cara hidup bersih dan sehat kepada Anak SD. Hasil yang ingin di capai adalah sebanyak 75 siswa(i) Mengikuti Penyuluhan tersebut. Sarana yang di butuhkan LCD Proyektor, Sound System, Meja, Kursi, sabun, doorprices. Biaya yang di butuhkan selama kegiatan sebanyak Rp. 100.000. Faktor pendukung terlaksananya program kerja yakni partisipasi dan antusias peserta yang luar biasa. Faktor penghambat  yakniminimnya dana yang serta tidak adanya ruangan yang mampu menampung peserta yang jumlahnya ± 75 orang pada saat penyuluhan. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggungjawab Titin Octavyani.
b.        Baksos (Jumat Bersih)
Program kerja dilaksakan 2 minggu kali atau 4 kali selama 2 bulan. Tujuan Program adalah Membantu masyarakat dalam membenahi lingkungan di sekitarnya Mewujudkan Desa yang bersih dan sehat. Hasil yang di capai adalah sebanyak 3 masjid yang ada di Desa Tuttula dapat Dibersihkan, dan ditambah dengan kantor Desa. Sarana yang di butuhkan berupa alat kebersihan. Biaya yang di butuhkan selama pelaksanaan proker Rp. 38.000. Faktor pendukung yakni tersedianya ala-alat kebersihan. Faktor penghambat seperti kurangnya partisipasi masyarakat yang memang dapat dimaklumi karena mayoritas masyarakat adalah petani sehingga hanya sedikit warga yang dapat turut berpartisifasi dalam pelaksanaan program kerja ini. Namun demikian, pencapaian program kerja ini dapat tercaapi 100%. Dan sebagai penanggung jawab Titin Octavyani.
c.          Pendampingan Imunisasi
Imunisasi di Postu Tuttula merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan 1 kali dalam sebulan yaitu pada tanggal 17, namun pada bulan  agustus dan september  2017 dilaksanakan pada tanggal 18 dikarenakan tanggal 17 jatuh pada hari libur. Tujuan Program kerja ini adalah Membantu kader Posyandu dalam melaksanakan tugasnya. Sarana yang di butuhkan berupa Timbangan, meteran, dan Vitamin. Hasil yang ingin dicapai adalah Balita menjadi sehat serta imunnya menjadi kebal akan penyakit. Letak Postu yang cukup dekat dari posko sehingga dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki serta sarana yang dibutuhkan selama posyandu telah disiapkan maka dalam hal ini mahasiswa KKN tidak mengeluarkan biaya lagi. Faktor pendukung terlaksananya program kerja yakni masyrakat yang ramah dan terbuka. Faktor penghambat yakni kurangnya pendamping bidan dikarenakan bidan Desa sementara cuti melahirkan. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggungjawab Titin Octavyani.

6.         ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Pembaharuan Struktur Organisasi Kantor Desa Tuttula
                Program kerja ini membutuhkan waktu selama ± 1 minggu. Tujuan program kerja adalah untuk memperjelas, memperbaiki, dan menyempurnakan papan struktur lama untuk diperbaharui. Hasil yang ingin di capai adalah struktur organisasi pemerintah Desa Tuttula dan BPD Tuttula dapat diperbaharui agar pegawai dan masyarakat mudah dalam membaca struktur organisasi. Sarana yang di butuhkan berupa Papan, tripleks, cat, kuas, lakban, Tinta Print, Lem . Adapun struktur yang di perbaharui yakni Struktur organisasi pemerintahan Desa Tuttula dan struktur BPD Tuttula. Biaya yang di butuhkan selama program kerja dilaksakan yakni Rp. 250.000. Dan sebagai penanggungjawab Nur Hamzah .

7.         PROGRAM KERJA TAMBAHAN
a.         Pordes
Pekan Olahraga Desa (PORDES) merupakan permintaan dari warga desa Tuttula, Program kerja ini di laksanakan mulai pada tanggal 18 September 2017 sampai pada tanggal 24 September 2017. Tujuan dilaksanakannya program kerja yakni untuk Menjalin silaturahim antara remaja, pemuda, dan seluruh warga Desa, dengan hasil yang ingin di capai yakni mayarakat dapat memiliki rasa silaturahim yang kuat. Lokasi pelaksanaan pordes yakni lapangan desa Tuttula dalam hal ini lomba balap karung dan pertandingan futsal, dan untuk pertandingan tennis meja di laksanakan di sanggar tani Tomane Pole yang letaknya berseblahan dengan lapangan desa Tuttula, sedangkan untuk pertandingan Redi papan yang merupakan bidang olahraga khas mandar dilaksanakan di lapangan depan Rumah Kepala Dusun Balanipa, dan untuk lomba keagamaan yakni lomba adzan, hafalan, dan tadarrus dilaksanakan di masjid Nurul Ridha Tuttula. Sarana yang di butuhkan berupa sound sistem dan perlengkapan perlombaan/pertandingan lainnya. Biaya program kerja ini mencapai  Rp.1.624.000. Dengan persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggung jawab Nur Hamzah selaku ketua panitia pelaksana.
b.        Pembersihan Kuburan
Mengingat hari Raya Idul Adha yang semakin dekat maka mahasiswa KKN berinisiatif untuk menambahkan program kerja tambahan yakni membersihkan kuburan. Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2017. Tujuan pelaksanaan program kerja yakni membantu warga Desa membersihkan TPU Tuttula. Biaya yang di butuhkan selama pelaksanaan program kerja yakni Rp. 18.000. Sarana yang dibutuhkan berupa cangkul, parang, sapu dan alat kebersihan lainnya. Faktor pendukung pelaksanan program kerja yakni kerjasama yang yang baik antara warga desa dan mahasiswa KKN. Adapun persentase pencapaian yang dilakukan yakni 100%. Dan sebagai penanggungjawab Kasman Kadir.
c.          Pengecatan pagar Kantor Desa
Pengecatan pagar kantor desa dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2017, namun sebelum itu terlebih dahulu pagar tersebut telah dibersihkan pada tanggal 01 Agustus 2017. Tujuan program kerja yakni memperbaharui cat dari pagar kantor Desa Tuttula. Hasil yang ingin di capai dalam pelaksanaan program kerja yakni cat dari pagar kantor desa dapat diperbaharui. Sarana yang digunakan yakni sikat, air, cat, kuas. Faktor pendukung pelaksanaan program kerja yakni kerjasama yang yang baik antara mahasiswa KKN, pemuda dan aparat desa serta tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Persentase pencapaian program kerja ini adalah 100%. Dan sebagai penanggung jawab Semua Mahasiswa KKN posko 48.
d.        Sosialisasi Budaya Menabung Diusia Dini
Program kerja ini dilaksakan tanggal 19 September 2017. Tujuan program yakni menanamkan budaya menabung sejak dini bagi anak-anak, dalam sosialisasi tersebut siswa(i) juga diajarkan/diperlihatkan cara membuat celengan dari bahan-bahan bekas, seperti cara membuat celengan dari pelepah pisang, dari botol bekas dan bahan-bahan bekas lainnya. Biaya yang di butuhkan selama menjalankan program kerja yakni Rp.50.000. Sarana yang di butuhkan yakni sound sistem, LCD, leptop. Dengan persentase mencapai 100%. Dan sebagai penanggung jawab Andi Hilda Pratiwi.
e.         Pendampingan Pemeriksaan Kesehatan.
Program kerja ini merupakan pemeriksaan kesehatan yang rutin  dilakukan setiap bulan pada tanggal 20, namun pada bulan agustus dilaksanakan pada tanggal 19 karena tanggal 20 jatuh pada hari minggu.  Tujuan program kerja yakni membantu penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan. Hasil yang ingin dicapai yakni masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Sarana yang di butuhkan yakni obat-obatan dan alat kesehatan. Karena semua sarana yang dibutuhkan dalam kegiata ini telah disiapkan oleh petugar kesehatan dari Puskesmas Pelitakan selaku penyelenggara dan mahasiswa KKN hanya mendampingi, maka tidak ada biaya apapun yang dikeluarkan oleh mahasiswa KKN. Dengan persentase mencapai 100%. Dan sebagai penanggung jawab Semua Mahasiswa KKN posko 48.

C.        Faktor Pendukung dan Penghambat Program Kerja
1.    Faktor Pendukung
Keberhasilan program kerja selama masa kuliah kerja nyata dilaksanakan  tentunnya tidak lepas dari kerjasama, dukungan, serta masukan dari berbagai pihak. Respon yang baik atas setiap program kerja yang kami canangkan dan laksanakan baik itu dari Pemerintah kecamatan, Pemerintah desa, pemuda Desa Tuttula, masyarakat, serta teman–teman peserta kuliah kerja nyata angkatan XIX khususnya kelompok 48 Desa Tuttula atas kerjasama dan dukungan baik itu dari segi materil dan pemikiran sangat mendukung dalam setiap proses pelaksanaan program kerja.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah kesadaran dari anggota kelompok akan terbatasnya kemampuan yang dimiliki setiap individu, sehingga pembagian tugas dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap anggota sangat berguna dalam menyelesaikan setiap program. Terkhusus kepada Kepala Dusun Tuttula dan keluarga, yang juga sangat membantu dalam pelaksanaan program kerja selama 2 bulan lamanya kami tinggal dirumah beliau kami sangat mendapat bantuan dalam setiap kesulitan yang kami hadapi selama pelaksanaan program kerja.
2.    Faktor Penghambat
Kami tahu segala sesuatu itu tidak ada yang sempurna, manusia hanya dapat mengatur dan menyusun rencana tetapi Allah SWT yang menentukan. Program kerja yang telah kami susun bersama Perangkat desa dan Masyrakat pastilah menuai hambatan dan rintangan.
Banyak kendala yang kami hadapi selama pelaksanaan program kerja, baik itu dari segi materil dan infrastruktur. Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program kerja kami, yakni :
a.              Minimnya Sarana dan Prasarana, kebutuhan akan sarana dan prasarana yang dapat mempermudah pelaksanaan program tidak dapat terpenuhi secara maksimal.
b.             Minimnya dana dari kampus membuat kami harus bekerja eksta untuk mencukupi kebutuhan selama berada di lokasi KKN.
c.              Kurang partisipasi masyarakat ini dikarena kesibukan dan masalah internal menuntut kami mengoptimalkan waktu, tenaga dan dana yang tersedia.
d.             Cuaca dan Iklim, turunya hujan terutama pada bulan ke-2 pelaksanaan kuliah kerja nyata juga sedikit menghambat pelaksanaan program kerja kami.

 BAB IV
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Dari laporan diatas maka dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwa Kuliah kerja nyata merupakan salah satu proses yang turut andil dalam pembangunan sebuah desa atau kelurahan. Baik dari segi pembangunan manusia dan pembangunan fisik suatu wilayah.  walaupun dalam skala kecil tetapi berdampak besar bagi Masyarakat dan lebih khusus Mahasiswa itu sendiri sebagai calon pemimpin bangsa kedepannya.
B.        SARAN
Perlu adanya pelatihan skill/keterampilan Mahasiswa dalam pelaksanaan KKN berikutnya. Agar Mahasiswa yang akan terjun mengabdi ke masyrakat lebih baik lagi dan mengerti akan apa yang lebih di butuhkan masyarakat.
Kepada pihak pemerintah agar lebih terbuka dan berlapang dada dalam membimbing Mahasiswa KKN agar terjadi kerjasama yang baik dalam pelaksanaan program kerja serta memberi masukan dalam pembangunan Desa kedepannya.

Urgensi Penerapan Gaya Hidup Nir Kertas

Kebutuhan pokok manusia modern saat ini bukan hanya hal-hal yang digunakan untuk mendukung berlangsungnya hidup, namun juga kehidupan. In...