LAPORAN AKHIR
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA KKN UMPAR
ANG. XIX TAHUN 2017
KELOMPOK 48
DESA TUTTULA, KECAMATAN TAPANGO
KABUPATEN POLMAN
1.
Fridolin 214
120 032
2.
Ari Putra Utama 214 210 075
3.
Nur Hamzah 213 190 042
4.
Annisa Mulya Utami 214 240 148
5.
Misra 214 240 041
6.
Titin octavyani 214 240 027
7.
Andi Hilda Pratiwi 214 150 010
8.
Yusriani 214 170 033
9.
Kasman Kadir 214 230 020
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PAREPARE
2017
HALAMAN PENGE SAHAN
Laporan
ini diajukan sebagai realisasi dalam pelaksanaan program kerja Mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Angkatan XIX tahun 2017
yang berlokasi di Desa Tuttula Kecamatan
Tapango Kabupaten
Polman Provinsi Sulawesi Barat
dan sekaligus sebagai laporan akhir dari kegiatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Universitas Muhammadiyah
Parepare (UMPAR) yang
dilaksanakan pada tanggal 26 Juli
sampai dengan 27 September 2017
Tuttula, 24 September 2017
Mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX
Kelompok 48 Desa Tuttula
Tahun Akademik 2016/2017
Ketua, Sekertaris
Kasman Kadir Yusriani
NIM. 214 320 020 NIM.
214 170 033
Disahkan Oleh :
Kepala Desa Tuttula Dosen Pembimbing
Dermawan
Harsani, S.P., M.P
NBM. 1207789
Camat Tapango,
Muhammad Dinar, SP., M.Si
NIP. 19641231 19803 1 247
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah SWT atas Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penyusunan
laporan Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Parepare Angkatan XIX Tahun
2017 Kelompok 48 di Desa Tuttula Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar.
Salam rindu serta
Salawat tak lupa juga kami kirimkan kepada junjungan kita Nabiullah Muhammad
SAW, Nabi yang menjadi suri tauladan bagi umatnya dan menjadi leader sejati dalam menuntun perjalanan
hidup dan kehidupan kita dalam menemukan jalan kebenaran menuju titik puncak
kesempurnaan yang hakiki.
Dengan tingkat
pencapaian hasil program kerja mahasiswa KKN serta keterlibatan unsur
masyarakat sekitar dan lingkungannya yang dinilai sukses diharapkan mampu
mambawa perubahan dan peningkatan baik dari segi mental spiritual, mental
aktual, keterampilan dan sarana, sehingga nantinya dapat menjadikan Desa
Tuttula lebih meningkat pembangunannya pada khususnya dan Kacamatan Tapango
pada umumnya.
Laporan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Mahasiswa
KKN UMPAR Angkatan XIX Kelompok 48 Tahun 2017 dan merupakan evaluasi dari
program kerja yang di dalamnya dapat dijadikan acuan untuk melihat sejauh mana
keterlibatan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu dan pengabdiannya kepada
masyarakat. Demikian pula dengan sikap dan respon
masyarakat terhadap peserta KKN selama menempati lokasi Kuliah Kerja Nyata
tersebut.
Melalui laporan ini kami mengucapkan
banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Muhammad Siri Dangga,
M.S selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare beserta Badan Pelaksana KKN
UMPAR Angkatan XIX Tahun 2017 yang telah memberikan pembekalan sebelum dan
pemberangkatan serta telah berupaya keras di dalam pelaksanaan KKN ini.
2. Ibu Dr.St.Wardah Hanafie Das, M.Ag. selaku Koordinator pembimbing Kecamatan
yang telah memberikan arahannya dalam pelaksanaan program kerja KKN UMPAR.
3. Bapak Harsani, S.P, M.P selaku dosen pembimbing mahasiswa KKN Kelompok 48 Desa
Tuttula Kecamatan Tapango Kabupaten Polman yang telah banyak memberikan bimbingan dan
motivasi kepada kami dalam berkarya dan melaksanakan program kerja kami.
4. Bapak
Muhammad Dinar, SP., M.Si selaku Camat Tapango beserta jajarannya yang telah menerima
kami dengan baik di Kecamatan Tapango.
5.
Bapak
Dermawan selaku kepala
Desa Tuttula beserta
jajarannya serta masyarakat yang telah
banyak memberikan bantuan dan kerjasama baik moril maupun materil dalam
pelaksanaan program kerja KKN UMPAR Kelompok 48 sehingga berjalan dengan baik.
6. Keluarga
Besar bapak Hamma’dan, selaku kepala dusun
Tuttuala sekaligus tuan rumah yang telah menerima kami dan
menganggap kami sebagai bagian dari anggota keluarga selama kurang lebih 2
(dua) bulan lamanya hidup satu atap di rumah kediamannya.
7.
Saudara-saudara pemuda Desa Tuttula
yang telah banyak memberikan kerja sama dan kontribusi baik dari segi ide-ide cemerlang dari hasil
pemikiran maupun kontribusi tenaga dalam menyukseskan program kerja kami.
8. Korcam
dan rekan-rekan KKN UMPAR Angkatan XIX Tahun 2017 yang berlokasi di Kecamatan Tapango atas kekompakan dan
kerjasama yang baik sesama teman KKN.
Adapun yang belum sempat tersentuh atau tersampaikan kami
mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukan berarti lepas dari pertanggung jawaban
tetapi merupakan kelemahan selaku manusia biasa, tetapi tanpa kehadiran dan pertisipasi segenap pihak
pendukung dan hanya mengharapkan doa tanpa usaha giat dan kerja sama, maka kami
meragukan bahwa keberadaan kami selama ± 2 bulan menjalankan program KKN tidak dapat berjalan dengan baik.
Atas
nama mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX Kelompok 48 Tahun 2017, memohonkan pahala
ibadah di sisi Allah, semoga kebersamaan kita senantiasa dikenang dan mendapat
tempat di hati.
Demikian dan terimah
kasih .
Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khaerat
Assalamu Alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Tuttula, 27 September 2017
Penyusun,
Mahasiswa KKN UMPAR
Angkatan XIX Tahun 2017
Kelompok 48 Kab. Polman
DAFTAR ISI
Halaman Sampul .................................................................................................. i
KATA
PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR
ISI ...................................................................................................... vi
BAB
I. PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Gambaran Kuliah Kerja Nyata ................................................................ 1
B. Tujuan Kuliah Kerja Nyata ..................................................................... 1
C. Sasaran Kuliah Kerja Nyata ..................................................................... 3
BAB II. GAMBARAN DESA TUTTULA ............................................... 5
A.
Sejarah Desa Tuttula ................................................................................ 5
B. Keadaan Geografis .................................................................................. 6
C. Keadaan Demografis ............................................................................... 8
D. Keadaan Sosial Budaya ........................................................................... 9
E.
Keadaan Keagamaan ................................................................................ 10
BAB III. PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA
A. Dasar Penyusunan
Program Kerja .................................................. 12
B.
Pelaksanaan Program Kerja ...................................................................... 14
C.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Program Kerja ................................ 21
BAB IV. PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................... 23
B.
Saran ......................................................................................................... 23
LAMPIRAN
Biodata Peserta KKN
Struktur Organisasi
Time Schedule Kegiatan
Laporan Hasil Program Kerja
Dokumentasi
Kegiatan
Laporan Keuangan
Surat Masuk dan Keluar
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Gambaran Kuliah Kerja Nyata
Kuliah
Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu perwujudan Catudarma Perguruan Tinggi
Muhammadiyah yaitu pengabdian kepada masyarakat dan merupakan salah satu
kegiatan akademik yang bersifat intrakurikuler yang wajib diikuti oleh setiap
mahasiswa dari suatu tingkatan studi tertentu yang mana merupakan pengabdian
kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan bobot disiplin
mahasiswa. Pengabdian tersebut ditujukan untuk membangun masyarakat, baik
pembangunan fisik maupun non fisik (sosial, budaya dan agama).
Adapun ciri-ciri dari pada suatu kegiatan KKN,
antara lain :
1.
KKN adalah kegiatan yang bersifat antar Fakultas (interdisiplin).
2.
KKN banyak melibatkan komponen yang ada di dalam kampus.
3.
KKN juga tidak pernah lepas dengan keterlibatan komponen di luar kampus
(pemerintah daerah, masyarakat di lokasi KKN serta kelompok masyarakat
lainnya).
Orientasi
dari pelaksanaan KKN adalah membangun pola pikir masyarakat dan pemerintah
setempat agar lebih maju dan berusaha membentuk pembangunan fasilitas kehidupan
menuju peningkatan standar dan kualitas dengan tetap berusaha mempertahankan
nilai-nilai sosial masyarakat. KKN juga merupakan wadah bagi mahasiswa untuk
mengaplikasikan apa yang telah diperoleh di perguruan tinggi, bukan hanya
pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman yang diperoleh dari aktivitas
berorganisasi dan bermayarakat.
B.
Tujuan Kuliah Kerja Nyata
Kuliah
Kerja Nyata (KKN) adalah kegiatan intrakurikuler dengan tujuan utama untuk
memberikan pendidikan dan pengalaman kepada mahasiswa sebagai bentuk
pengabdiannya kepada masyarakat. Oleh karena itu pelaksanaannya membutuhkan lokasi yang tepat dan
pelaksanaannya memerlukan keterlibatan masyarakat, sehingga realisasi yang
diharapkan di lapangan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang
bersangkutan.
Pada dasarnya tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja
Nyata yaitu :
1. Mahasiswa akan mempunyai
pengalaman bekerja yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat yang
secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi
permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner.
2. Memberikan pendidikan
kesiplinan dan sosial kemasyarakatan pada mahasiswa.
3. Membantu masyarakat dalam
aktivitas keseharian dan melancarkan pembangunan di lokasi masing-masing.
Dengan demikian, melalui Kuliah Kerja Nyata akan
terlihat bahwa perguruan tinggi bukan merupakan suatu kelembagaan yang terpisah
dari masyarakat, tetapi merupakan suatu keterkaitan dan saling berinteraksi
baik secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
Hal ini disebabkan agar perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu
pengetahuan serta seni akan terasa lebih nyata.
Hal tersebut juga didukung dengan asas-asas yang
diterapkan dalam mengabdikan diri terhadap masyarakat. Asas-asas tersebut
antara lain :
§ Asas kelembagaan
§ Asas amaliah dan amal ilmiah
§ Asas inisiatif, inovatif dan
kreatif
§ Asas kerjasama
§ Asas edukatif
§
Asas kesinambungan
C.
Sasaran Kuliah Kerja Nyata
Atas dasar tersebut maka KKN mempunyai tiga sasaran dalam mewujudkan
seluruh program kerja yang telah di rencanakan, antara lain yaitu :
1.
Mahasiswa
a. Memperdalam pengetahuan
mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisiplin sehingga dapat
merasakan adanya saling interaksi, kerjasama antar seluruh lapisan masyarakat
serta meningkatkan daya nalar mahasiswa terhadap penelaan, perumusan dan
pemecahan suatu masalah dan kasus yang ditemukan selama proses Kuliah Kerja
Nyata dan tak kalah penting adalah
memahami seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan
masyarakat.
b. Memperdalam pemahaman
mahasiswa tentang pengaplikasian ilmu yang telah didapatkan di lembaga
akademika.
c. Memberikan keterampilan
kepada mahsiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat
berdasarkan IPTEK secara interdisplin antar sektor.
d. Melatih mahasiswa sebagai
dinamisator dan problemsolver.
e. Memberikan pengalaman belajar
dan bekerja sebagai kader pembangunan sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta
terhadap kemajuan masyarakat.
f.
Melalui pengalaman dalam melakukan penelaan, perumusan dan pemecahan
masalah secara langsung, akan menumbuhkan sikap profesionalisme dan kepedulian sosial yang tinggi
dalam diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian dan tanggung jawab.
2.
Masyarakat dan Pemerintah Daerah
a.
Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga serta IPTEK dalam merencanakan dan
melaksanakan pembangunan.
b.
Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuh kembangkan potensi
swadaya masyarakat sehingga mampu beradaptasi aktif dalam pembangunan.
c.
Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat serta
terjamin kelanjutan upaya pembangunan.
d. Memperoleh metode baru dalam merencanakan
dan melaksanakan pembangunan serta memperoleh bantuan dari mahasiswa dalam
melaksananakan program dan proyek pembangunan yang berada di bawah tanggung
jawabnya.
3.
Perguruan Tinggi
a.
Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswanya dalam
proses pembangunan di tengah masyarakat, sehingga kurikulum materi perkuliahan
dan pengembangan ilmu yang diasah di perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan
dengan tuntutan nyata dari pembangunan.
b.
Memperoleh berbagai macam masalah atau kasus yang dapat dijadikanacuan
dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan pemecahannya serta dapat
menelaah dan merumuskan berbagai macam problem di dalam masyarakat.
c. Meningkatkan, memperluas dan
mempererat kerjasama dengan instansi serta pihak terkait lainnya melalui
rintisan kerjasama selama proses Kuliah Kerja Nyata berlangsung.
BAB II
GAMBARAN DESA TUTTULA
A.
Sejarah
Desa Tuttula
Desa Tuttula merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di
wilayah Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar, yang merupakan desa
pemekaran dari Desa Bussu.
Berawal dari keinginan masyarakat yang
mengharapkan pendekatan pelayanan dan peningkatan kuwalitas pelayanan publik,
mengingat pusat pemerintahan desa induk (Bussu) jaraknya cukup jauh sekitar 2-3
km dari dusun Tanasi, Tuttula. Atas dasar itulah para tokoh masyarakat dusun
Tanasi,Tuttula melakukan rembuk merencanakan pemekaran wilayah atau berpisah
dari desa Bussu, setelah dilakukan musyawarah bersama dengan pemerintah Desa
Bussu rencana tersebut dapat disetujui dan diajukan pemekaran menjadi Desa
TUTTULA kepada Pemerintah Daerah.
Kata Tuttula
merupakan nama dari sebuah bukit yang terletak di jantung wilayah desa
pemekaran dan menjadi tempat bermusyawah untuk menyelesaikan berbagai kasus
yang terjadi pada masa lampau, adapun Tuttula
berasal dari bahasa pannei
(bahasa daerah setempat/suku minoritas di daerah Mandar) yang memiliki arti
bermusyawarah, sebuah kata yang mengandung arti berkumpul untuk Sepakat. Namun kata TUTTULA secara kalimat dapat diartikan BERMUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT
Dan sebagai tindak lanjut respon dari
Pemerintah Daerah, tanggal 13 Oktober 2008
Bpk. Drs. H. ALI BAAL MASDAR, M.Si sebagai Bupati Polewali Mandar, yang
diwakili oleh Camat Tapango yang dijabat oleh Bpk. H. AHMAD SAIFUDDIN, SH. MM
meresmikan pemekaran Desa Persiapan Tuttula yang juga dikuti peresmian Desa
Persiapan Kalimbua dan Desa Persiapan Jambu malea. Ditandai dengan pelantikan
penjabat sementara Desa Persiapan Tuttula dan selaku Penjabat Sementara Kepala
Desa Persiapan Tuttula Alm Bpk. YUSENG dengan SK BUPATI Tahun 2008.
Dengan tekad dan kerjasama serta keinginan
yang kuat dari masyarakat sebelum pelantikan penjabat sementara desa pemekaran
Tuttula telah dapat dibangun sebuah kantor desa yang memungkinkan sebagai pusat
pelayanan administrasi desa dengan ukuran luas bangunan 9 m x 15 m.
Melihat secara administratif dan telah tersedianya fasilitas penunjang administrasi pemerintahan
desa Tuttula pada hari rabu tanggal 28 April 2010 ditetapkan sebagai desa definitif dan menjadi salah satu desa dari 14 desa yang berada diwilayah kecamatan
Tapango ditandai dengan diadakannya pemilihan kepala desa yang pertama kalinya
di desa tuttula dan yang menjadi pilihan masyarakat untuk menjabat sebagai
kepala desa Tuttula waktu itu adalah Bpk SYAFARUDDIN, SE. Maka pada tanggal 4
juni tahun 2010 Bpk Bupati Polewali Mandar Drs. H. ALI BAAL MASDAR, M.Si melantik Bpk SYAFARUDDIN, SE bersama dengan 35 kepala desa yang baru
lainnya menjadi kepala desa defenitive
yang pertama sesuai KEPUTUSAN BUPATI POLEWALI MANDAR No. 173 TAHUN 2010 tertanggal 10 mei 2010.
B.
Keadaan Geografis
1.
Geografi
Secara geografis wilayah
Desa Tuttula Kecamatan Tapango Desa Tuttula terletak di ujung bagian Barat
wilayah Kecamatan Tapango dengan batas-batas wilayah :
● Sebelah Utara : Desa Ba’ba Tapua
● Sebelah Selatan : Desa Rappang
● Sebelah Barat : Desa Rappang Barat, Landi Kanussuang
● Sebelah Timur : Desa Bussu
Kantor
Kepala Desa berada di wilayah Dusun Tuttula sekaligus sebagai pusat
Pemerintahan, mempunyai luas wilayah + 6.415.000 M2 persegi
yang terdiri dari areal persawahan seluas + 50.000 m2,
areal perkebunan seluas + 4.100.000 m2, areal permukiman seluas + 1.750.000 m2 dan lain-lain
seluas + 515.000 m2.
2.
Geohidrologi
Wilayah
Desa Tuttula diapit oleh dua aliran sungai yaitu sungai kali Kahutu sebagai batas wilayah dengan Desa Bussu dan, Sungai lemarrang yang juga sebagai batas wilayah Desa Ba’ba Tapua meskipun debit air kedua
sungai tersebut beberapa tahun belakangan ini mulai bekurang bahkan ada
indikasi pada musim kemarau mengalami
kekeringan.
3.
Klimatologi
Kondisi iklim di sebagian besar desa Tuttula tidak jauh beda dengan kondisi
iklim wilayah kecamatan Tapango dan bahkan Desa Tuttula secara umum dengan dua
musim, yaitu musim kemarau yang berlangsung antara bulan Juni hingga Agustus
dan musim hujan antara bulan September hingga Mei dengan temperatur/suhu udara
pada tahun 2008 rata-rata berkisar antara 20,31ºc – 28,06ºc dan suhu maksimum terjadi pada bulan Oktober
dengan suhu 29,10ºc serta suhu minimum
20,07ºc terjadi pada bulan Juni. Kelembaban udara berkisar antara 85,46%,
kelembaban udara maksimum terjadi pada bulan maret dan nopember sebesar 87,12% sedangkan kelembaban minimum terjadi pada bulan september dan agustus sebesar 79,00%.
Lamanya penyinaran matahari yang terjadi selama tahun 2008 rata-rata
68,67%, lamanya penyinaran matahari maksimum terjadi pada bulan Juli sebesar
86,00% dan lamanya penyinaran matahari minimum terjadi pada bulan februari, Nopember dan Desember sebesar 49,00%. Kecepatan angin rata-rata
yang terjadi selama tahun 2008 sebesar 207/8 knot, kecepatan maksimun terjadi
pada bulan februari yaitu 270/10 knot, sedangkan kecepatan
minimum terjadi pada bulan Mei sebesar 135/8 knot. Tekanan udara yang ditandai
dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Tekanan udara berkisar
antara 1.001,60 mbs – 1.006,60 mbs. Sedangkan
keadaan curah hujan pada tahun 2008 sebesar 144,29 mm dengan curah hujan
terendah bulan Juli sebesar 0,00 mm dan curah hujan tertinggi pada bulan
Nopember sebesar 448,90 mm.
C.
Keadaan Demografis
1.
Sumberdaya
Alam
Potensi sumberdaya alam
di Desa Tuttula meliputi sumberdaya alam non hayati yaitu: air, lahan, udara,
bukit, hutan dan bahan galian, sedangkan sumberdaya alam hayati yaitu
perkebunan, flora dan fauna.
Khususnya
tataguna dan intensifikasi lahan yang ada di Desa Tuttula sbb :
-
Persawahan
seluas : 5 Ha.
-
Perkebunan seluas : 410 Ha
-
Tanah
Kosong :
5 Ha
-
Permukiman
seluas : 175 Ha
-
Perkantoran/Fasilitas
umum seluas : 2 Ha
·
Sumur
gali
·
Perlindungan
Mata Air
·
Perpipaan
·
Mata
air
·
Sumber
Daya Manusia
Desa Tuttula terdiri dari 4
dusun yaitu :
1. Dusun Tuttula,
2. Dusun Tanasi,
3. Dusun Balanipa,
4. Dusun
Gattungan
Adapun kondisi sumber daya manusia secara umum menurut latar belakang
pendidikan masih sangat rendah, sesuai dengan pendataan tahun 2009 yang lalu
bahwa angka buta aksara dari usia sekolah sampai usia 50 tahun keatas tercatat
sebanyak 47 jiwa yang tidak mampu membaca dan menulis (buta aksara) dan kondisi
tersebut rata-rata disemua dusun yang ada. Untuk lebih
akuratnya kondisi potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh desa
Tuttula sbb :
1.
Jumlah Penduduk :1.008 jiwa
Laki-laki : 477 jiwa
Perempuan : 521 jiwa
2.
Penduduk menurut strata pendidikan
a.
Sarjana
(S1,S2,S3) : 12 orang
b.
Diploma
(D1,D2,D3) : 3 orang
c.
SLTA /
sederajat : 57 orang
d.
SMP /
sederajat : 83 orang
e.
SD/
sederajat/balum sekolah : 386 orang
f.
Buta
aksara :
-
Usia 07-15
th : orang
-
Usia >
15 – 45 th : 10 orang
-
Usia >
45 th keatas : orang
3. Prasarana
Dan Sarana
a. Prasarana Pendidikan
Ø Gedung TK/Klp Bermain : 2 Unit
Ø Gedung SD/ MIN :
1 Unit
Ø Gedung SMP/ MTS :
1 Unit
Ø Gedung SMA/ MA : Unit
b.
Prasarana Transportsi
Ø Jalan Kabupaten : 25 Km
Ø Jalan Desa : 7 Km’
Ø
Jalan
usaha tani : 1.75 Km’
c.
Prasarana Ibadah
Ø Masjid : 3 Unit
Ø Musholla :
2 Unit
D.
Keadaan Ekonomi
Desa Tuttula dapat dianalisa sebagai
salah satu desa perkebunan bila melihat dari kondisi mata pencaharian
masyarakat yaitu mata pencaharian penduduk rata-rata sebagai petani kebun kakao
dan kelapa, penerapan tehnologi pada usaha pertanian, kerajinan dan sektor
sekunder mulai berkembang. Meskipun dalam pendataan terakhir mengindikasikan
adanya perkembangan ditingkat ekonomi masyarakat akan tetapi dari 311 Kepala
Keluarga yang ada, sebanyak 170 KK masih tergolong miskin atau berdasarkan
persentase sekitar 65% masih tergolong tidak mampu dibuktikan masih banyak
kepala keluarga yang mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu untuk mendapatkan
rekomendasi pembebasan dari biaya di Rumah Sakit atau untuk pendidikan anaknya.
Dengan hal tersebut menunjukkan betapa
masih lemahnya kondisi ekonomi masyarakat karena disamping IPM masyarakatnya
masih rendah juga disebabkan sumber mata pencaharian dan anggkatan kerja sangat
rendah
Proporsi sumber mata pencaharian masyarakat Desa
Tuttula
|
No.
|
Jenis Pekerjaan
|
Proporsi
jumlah angkatan
kerja Tahun
2009
|
|
|
Jumlah
|
%
|
||
|
1
|
Petani
|
324,00
|
32,14
|
|
2
|
Buruh Tani/Buruh Bangunan
|
41,00
|
4,07
|
|
3
|
Buruh Harian Lepas
|
64,00
|
6,35
|
|
4
|
Pedangang
|
2,00
|
0,20
|
|
5
|
Wiraswasta
|
23,00
|
2,28
|
|
6
|
PNS/TNI/POLRI/Pensiunan
|
1,00
|
0,10
|
|
7
|
Jasa Angkutan
|
2,00
|
0,20
|
|
8
|
Peternak
|
|
0,00
|
|
9
|
Tukang Bangunan
|
4,00
|
0,40
|
|
10
|
Belum Bekerja
|
547,00
|
54,27
|
|
Jumlah
|
1.008,00
|
100,00
|
|
Sumber data: data Desa
Tuttula
E.
Kondisi Pemerintahan Desa
1.
Pembagian Wilayah
Secara administrasi Desa Tuttula Kecamatan
Tapango terbagi dalam 4 dusun, dengan luas wilayah ± 6.415 KM :
2.
Struktur Organisasi Pemerintahan
Desa dan BPD
BAB III
PELAKSANAAN KULIAH KERJA
NYATA
A.
Dasar Penyusunan Program Kerja
Setelah pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Angkatan XIX tahun Akademik 2017, setiap kelompok Mahasiswa KKN berangkat ke
lokasi masing-masing sesuai dengan yang telah ditetapkan untuk melakukan survei
lokasi.
Kelompok 48 Mahasiswa KKN UMPAR Angkatan XIX Tahun 2017 yang ditempatkan di Kabupaten Polman tepatnya di Desa Tuttula Kecamatan Tapango, sebelum mengawali
kegiatan terlebih dahulu melakukan observasi selama ±7 hari baik melalui
pengamatan langsung di lokasi maupun wawancara.
Setelah melakukan observasi, kami menarik beberapa kesimpulan yang
dapat dilaksanakan kemudian dituangkan dalam bentuk rencana Program Kerja.
Setelah rancangan program kerja rampung selanjutnya rancangan program kerja itu
diajukan dalam Seminar Program Kerja Mahasiswa
KKN UMPAR Angkatan XIX tahun Akademik 2017 Kelompok 48.
Berdasarkan hasil seminar tersebut, setelah melalui pertimbangan dan
usulan dari berbagai pihak di Desa Tuttula, menghasilkan program kerja untuk jangka waktu kurang lebih dua
bulan selama berada di lokasi KKN.
Rencana program kerja tersebut terdiri dari kegiatan fisik dan non fisik.
Selanjutnya dalam melaksanakan program kerja baik fisik dan non fisik
dijadwalkan sedemikian rupa, sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan situasi
dan kondisi yang ada. Dalam pelaksanaan program kerja, aspirasi dan partisipasi
masyarakat sangat tinggi, hanya saja karena rutinitas masyarakat membuat kami
kurang dapat bantuan yang maksimal dari sebagian warga masyarakat. Akan tetapi
hal itu tidak menghambat program yang telah kami rencanakan sehingga dapat
diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Adapun susunan program kerja yang telah kami buat beserta penanggung
jawab dari tiap-tiap program kerja yang telah disepakati antara lain sebagai berikut:
1.
AL – ISLAM KEMUHAMMADIYAAN
a.
Mengajar mengaji
Penanggung Jawab : Misra
b.
Pengajian
Penanggung Jawab : Misra
2. PENDIDIKAN
SOSIAL BUDAYA
Mengajar di sekolah sesuai kurikulum
Penanggung Jawab : Fridolin
3. PRODUKSI
a.
Pelatihan membuat prakarya
Penanggung Jawab : Andi Hilda Pratiwi
b.
Pendampingan membudidayakan 5 jenis sayur
Penanggung Jawab : Andi Hilda Pratiwi
4. SARANA
DAN PRASARANA
a.
Pembuatan batas dusun dan pengadaan papan nama
rumah aparat desa/dusunPenanggung
Jawab : Ari Putra Utama
b.
Pengadaan
tempat sampah untuk setiap masjid di Desa Tuttula
Penanggung Jawab : Ari Putra Utama
5. KESEHATAN
LINGKUNGAN
a.
Penyuluhan
PHBS
Penanggung Jawab : Titin Octavyani
b.
Pendampingan Imunisasi Posyandu
Penanggung Jawab : Titin Octavyani
c.
Baksos (jumat bersih)
Penanggung Jawab : Titin Octavyani
6. ADMINISTRASI
PEMERINTAHAN
Pembaharuan
Struktur Organisasi Kantor Desa Tuttula
Penanggung Jawab : Nur
Hamzah
B.
Pelaksanaan Program Kerja
Pada
umumnya penyusunan program kerja tetap berorientasi pada pedoman yang telah
diberikan yaitu 60% untuk kegiatan fisik dan 40% untuk kegiatan non fisik. Sebagian dari
kegiatan yang telah diprogramkan adalah program baru yang telah diselesaikan
dengan kebutuhan daerah tersebut, terutama dalam peningkatan atau pemberdayaan
Sumber Daya Manusia (SDM). Adapun
uraian dari pelaksanaan program kerja kami antara lain sebagai berikut:
1.
AL-ISLAM
KEMUHAMMADIYAAN
a.
Mengajar mengaji
Dilaksananakan
selama bulan agustus dan
september pada
tanggal 7 agustus sampai tanggal 14
september. Tujuan program kerja ini adalah agar anak-anak dapat membaca al-qur’an secara
tartil. Mengajar mengaji di 2 mesjid di desa Ttuttula
yakni di Masjid Nurul Ridha dan Masjid muhajrin. Sarana yang di butuhkan Motor dan Al
Quran . Biaya yang di perlukan selama melaksanakan program kerja yakni sebesar
Rp.30.000,
dan hasil yang ingin di capai agar
munculnya generasi muda yang dapat membaca al-Qu’ran yang baik dan benar. Faktor pendukung selama kegiatan yakni antusias dari anak-anak dalam belajar mengaji . Adapun faktor penghambat selama kegiatan yakni cuaca, jarak yang jauh
saat mengajar mengaji di dusun tanasi serta kurang fasih dalam berbahasa mandar. seperti yang di ketahui anak-anak desa tuttula yang lebih mengutamakan
bahasa mandar di banding bahasa Indonesia. Program
kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai
penanggungjawab Misra.
b.
Pengajian
Dilaksanakan
pada bulan september yakni tanggal 6 dan tanggal 20 . Tujuan program kerja ini adalah untuk membangun silaturahmi dengan warga masyarakat desa
tuttula. Lokasi kegiatan adalah di Masjid Nurul Ridha dan salah satu rumah
warga di dusun tanasi. Hasil yang ingin di capai adalah
terciptanya hubungan baik antara
mahasiswa dan masyarakat desa tuttula. Sarana yang di
butuhkan yakni motor, pengeras suara,
al-qur’an. Biaya yang di perlukan selama pelaksanaan
kegiatan Rp. 400.000. Faktor pendukung selama kegiatan yakni Partisipasi masyarakat yang sangat
luar biasa dan antusias menyimak materi yang di bawakan . Sedangkan faktor
penghambat yakni masalah cuaca yang
sangat panas karena program kerja di laksanakan pada saat siang setelah sholat dzuhur. Program kerja ini memiliki persentase
pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggungjawab adalah Misra.
2.
PENDIDIKAN SOSIAL dan BUDAYA
Mengajar Disekolah Sesuai Kurikulum
Dilaksanakan selama 4 minggu yakni 4 kali dalam seminggu pada tanggal 7 agustus – 30 agustus. Tujuan program
kerja ini adalah membantu tenaga
pengajar dan Memberikan pelajaran tambahan kepada siswa-siswi MIN 3 POLMAN. Lokasi kegiatan di MIN 3
POLMAN. Hasil yang ingin di capai adalah mendekatkan antara mahasiswa kkn dan siswa(i) MIN
3 Polman. Sarana yang di perlukan yaitu papan
tulis, ATK,
buku paket dan lain-lain. Faktor pendukung pelaksaan
proker yakni peserta yang memiliki partisipasi dan antusias yang sangat luar
biasa di samping itu ruang kelas yang mendukung. Sedangkan faktor penghambat
pelaksanaan program kerja yakni
sebagian mahasiswa yang mengajar bukan berasal dari bidang (jurusan) kependidikan,sehingga
mereka tidak terlalu paham dalam mengajar
sesuai kurikulum , tetapi dengan melihat
semangat anak–anak menjadikan kami juga semangat dalam melaksanakan proker. Program kerja ini memiliki
persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggung jawab Fridolin.
3.
PRODUKSI
a.
Pelatihan membuat prakarya/kerajinan tangan
Dilaksanakan
sebanyak 3 kali, 1 kali di MIN 3 Polman pada tanggal 24 agustus
2017 sedangkan pelatihan ke-2 dan ke-3 dilaksanakan di posko. Tujuan Program kerja adalah Mengajarkan kepada siswa(i) cara
membuat kerajinan tangan dengan
memanfaatkan limbah. Hasil yang dicapai adalah Sebanyak
45 siswa (kelas 3,4,5 dan 6) mengikuti pelatihan tersebut. Biaya yang di
perlukan selama kegiatan Rp. 120.000. Faktor pendukung terlaksananya program kerja yakni antusias anak-anak
mengikuti pelatihan tersebut. Faktor penghambat yakni keterbatasab dana. Program kerja ini memilik
persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggung jawab Andi
Hilda Pratiwi .
b.
Pendampingan membudidayakan 5 jenis sayur
Program
kerja ini merupakan program titipan dari kecamatan, dimana progaram
membudidayakan 5 jenis sayur di pekarangan rumah itu sendiri merupakan salah
satu progam pemerintah daerah Pelewamali Mandar. Adapun 5 jenis sayur yang
dimaksudkan adalah terong, tomat, kacang panjang, cabe rawit, dan lombo besar.
Adapun pelaksanaan dari program kerja ini baru dapat terlaksana pada bulan ke-2
pelaksanaan KKN dikarenakan kendala akan bibit yang sebelumnya diharapkan
disediakan oleh kecamatan. Namun kendala tersebut kemudian tidak menjadi
penghalang bagi mahasiswa KKN posko 48, dan hasilnya sebanyak 6 kepala keluarga
dapat didampingi membudidayakan sayuran tersebut. Adapun kordinator dari
program kerja ini adalah Andi Hilda
Pratiwi .
4.
SARANA DAN PRASARANA
a.
Pembuatan batas dusun dan pengadaan papan nama rumah
aparat desa/dusun, serta papan nama untuk TK
Tujuan
program kerja ini yaitu memperjelas batas Dusun
dan menunjukkan lokasi rumah aparat desa/dusun serta lokasi R.A Anugrah 1 yang ada di Tuttula. Hasil yang
dicapai adalah sebanyak 9 batas dusun dan papan nama rumah aparat
desa/dusun telah dipasang. Sarana yang di butuhkan yakni Papan, balok,
peralatan Pertukangan, cat, kuas, kertas, print, pilox. Biaya yang di perlukan selama pembuatan batas–batas dusun
sebesar Rp. 300.000. Faktor pendukung
yakni bahan yang mudah di temukan . Faktor penghambat yakni bahan yang cukup
mahal. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan
sebagai penanggung jawab Ari Putra Utama.
b.
Pengadaan tempat sampah untuk setiap masjid di Desa
Tuttula
Program kerja ini terlaksanakan pada 4-10 september 2017, dengan mengadakan 3 tempat sampah yang terbuat
dari bambu di
setiap masjid di Desa Tuttula yakni Masjid Nurul Rhida
Tuttula, masjid
Muhajrin Tanasi, dan masjid Nurul Baitul Rahman. Tujuan tujuan program kerja ini ialah mempertahankan kebersihan lingkungan. Hasil yang ingin di capai
Terciptanya masjid yang bersih dan bebas dari sampah. Sarana yang di butuhkan berupa bambu, cat, kuas,
print, kertas, cutter, balok,
papan. Biaya yang di butuhkan dalam pengadaan tempat
sampah Rp 90.000
dengan persentase pencapaian sebanyak
100%. Dan sebagai penanggungjawab Ari Putra Utama.
5.
KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN
a.
Penyuluhan Perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS)
Program
kerja ini dilaksanakan di MIN 3
POLMAN pada tanggal 26 agustus 2017. Tujuan program kerja ini adalah Mengajarkan tata
cara hidup bersih dan sehat kepada Anak SD. Hasil yang ingin di capai adalah sebanyak 75 siswa(i)
Mengikuti Penyuluhan tersebut. Sarana yang di butuhkan LCD Proyektor, Sound
System, Meja, Kursi, sabun, doorprices. Biaya yang di butuhkan selama
kegiatan sebanyak Rp. 100.000. Faktor pendukung terlaksananya program kerja yakni
partisipasi dan antusias peserta yang luar biasa. Faktor penghambat yakniminimnya dana yang serta tidak adanya ruangan yang mampu menampung peserta yang jumlahnya ± 75 orang pada saat
penyuluhan. Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan
sebagai penanggungjawab Titin Octavyani.
b.
Baksos (Jumat Bersih)
Program
kerja dilaksakan 2 minggu kali atau 4 kali selama 2 bulan. Tujuan Program adalah Membantu masyarakat dalam
membenahi lingkungan di sekitarnya Mewujudkan Desa yang bersih dan sehat. Hasil yang
di capai adalah sebanyak 3 masjid yang ada di Desa Tuttula dapat Dibersihkan, dan
ditambah dengan kantor Desa. Sarana yang di butuhkan berupa alat kebersihan. Biaya yang di butuhkan selama pelaksanaan proker Rp. 38.000. Faktor pendukung
yakni tersedianya ala-alat kebersihan. Faktor penghambat seperti kurangnya partisipasi masyarakat yang memang dapat dimaklumi karena mayoritas
masyarakat adalah petani sehingga
hanya sedikit warga yang dapat turut berpartisifasi dalam pelaksanaan program
kerja ini. Namun
demikian, pencapaian program kerja ini dapat tercaapi 100%. Dan sebagai penanggung jawab Titin
Octavyani.
c.
Pendampingan Imunisasi
Imunisasi
di Postu Tuttula merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan 1 kali dalam sebulan
yaitu pada tanggal 17, namun pada bulan
agustus dan september 2017
dilaksanakan pada tanggal 18 dikarenakan tanggal 17 jatuh pada hari libur. Tujuan Program kerja ini adalah Membantu kader Posyandu dalam
melaksanakan tugasnya. Sarana yang di butuhkan berupa Timbangan, meteran, dan Vitamin. Hasil yang
ingin dicapai adalah Balita menjadi sehat serta imunnya menjadi kebal akan
penyakit. Letak Postu yang cukup
dekat dari posko sehingga dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki serta
sarana yang dibutuhkan selama posyandu telah disiapkan maka dalam hal ini
mahasiswa KKN tidak mengeluarkan biaya lagi. Faktor
pendukung terlaksananya program kerja yakni masyrakat yang ramah dan terbuka.
Faktor penghambat yakni kurangnya pendamping bidan dikarenakan bidan Desa sementara cuti melahirkan.
Program kerja ini memiliki persentase pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai
penanggungjawab Titin Octavyani.
6.
ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Pembaharuan Struktur Organisasi Kantor Desa Tuttula
Program
kerja ini membutuhkan waktu selama ± 1 minggu. Tujuan program kerja adalah
untuk memperjelas, memperbaiki, dan
menyempurnakan papan struktur lama untuk diperbaharui. Hasil yang ingin di
capai adalah struktur organisasi pemerintah Desa Tuttula dan BPD Tuttula dapat
diperbaharui agar pegawai dan masyarakat mudah dalam membaca struktur
organisasi. Sarana yang di butuhkan berupa Papan, tripleks, cat, kuas, lakban, Tinta Print, Lem . Adapun
struktur yang di perbaharui yakni Struktur organisasi pemerintahan Desa Tuttula dan struktur BPD Tuttula. Biaya yang di butuhkan selama program kerja dilaksakan yakni Rp. 250.000. Dan sebagai
penanggungjawab Nur Hamzah .
7.
PROGRAM KERJA TAMBAHAN
a.
Pordes
Pekan Olahraga Desa (PORDES) merupakan permintaan dari warga desa Tuttula, Program kerja ini di laksanakan mulai pada tanggal 18 September 2017 sampai pada tanggal
24 September 2017. Tujuan dilaksanakannya program kerja
yakni untuk Menjalin silaturahim antara remaja, pemuda, dan seluruh warga Desa, dengan hasil yang ingin
di capai yakni mayarakat dapat
memiliki rasa silaturahim yang kuat. Lokasi pelaksanaan pordes yakni lapangan desa Tuttula
dalam hal ini lomba balap karung dan pertandingan futsal, dan untuk
pertandingan tennis meja di laksanakan di sanggar tani Tomane Pole yang
letaknya berseblahan dengan lapangan desa Tuttula, sedangkan untuk pertandingan
Redi papan yang merupakan bidang olahraga khas mandar dilaksanakan di lapangan
depan Rumah Kepala Dusun Balanipa, dan untuk lomba keagamaan yakni lomba adzan,
hafalan, dan tadarrus dilaksanakan di masjid Nurul Ridha Tuttula. Sarana yang di butuhkan berupa sound sistem dan perlengkapan perlombaan/pertandingan lainnya. Biaya program kerja ini mencapai
Rp.1.624.000. Dengan persentase
pencapaian sebanyak 100%. Dan sebagai penanggung jawab Nur
Hamzah selaku
ketua panitia pelaksana.
b.
Pembersihan Kuburan
Mengingat hari Raya Idul Adha yang semakin dekat maka mahasiswa KKN
berinisiatif untuk menambahkan program kerja tambahan yakni membersihkan
kuburan. Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2017. Tujuan pelaksanaan program kerja yakni membantu warga Desa membersihkan TPU Tuttula.
Biaya yang di butuhkan selama pelaksanaan program kerja yakni Rp. 18.000. Sarana yang
dibutuhkan berupa cangkul, parang, sapu dan alat
kebersihan lainnya. Faktor pendukung pelaksanan program kerja yakni
kerjasama yang yang baik antara warga
desa dan mahasiswa KKN. Adapun persentase pencapaian
yang dilakukan yakni 100%. Dan sebagai penanggungjawab Kasman Kadir.
c.
Pengecatan
pagar Kantor Desa
Pengecatan pagar kantor desa dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2017, namun sebelum itu terlebih dahulu pagar tersebut telah dibersihkan pada
tanggal 01 Agustus 2017. Tujuan program kerja yakni memperbaharui cat dari
pagar kantor Desa Tuttula. Hasil yang ingin di capai dalam pelaksanaan program kerja yakni
cat dari pagar kantor desa dapat diperbaharui. Sarana yang digunakan yakni sikat, air, cat, kuas.
Faktor pendukung pelaksanaan program kerja yakni kerjasama yang yang baik
antara mahasiswa KKN, pemuda dan aparat desa serta tersedianya sarana dan
prasarana yang dibutuhkan. Persentase pencapaian program
kerja ini adalah 100%. Dan sebagai penanggung jawab Semua Mahasiswa KKN posko 48.
d.
Sosialisasi Budaya Menabung Diusia
Dini
Program
kerja ini dilaksakan tanggal 19
September 2017. Tujuan program yakni menanamkan budaya menabung sejak
dini bagi anak-anak, dalam sosialisasi tersebut siswa(i) juga
diajarkan/diperlihatkan cara membuat celengan dari bahan-bahan bekas, seperti
cara membuat celengan dari
pelepah pisang, dari botol bekas dan bahan-bahan bekas lainnya. Biaya yang di butuhkan selama menjalankan
program kerja yakni Rp.50.000. Sarana yang
di butuhkan yakni sound sistem, LCD, leptop. Dengan persentase mencapai 100%. Dan sebagai
penanggung jawab Andi Hilda Pratiwi.
e.
Pendampingan Pemeriksaan Kesehatan.
Program kerja ini merupakan pemeriksaan kesehatan yang rutin dilakukan setiap bulan pada tanggal 20, namun
pada bulan agustus dilaksanakan pada tanggal 19 karena tanggal 20 jatuh pada
hari minggu. Tujuan program kerja yakni membantu
penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan. Hasil yang ingin dicapai yakni masyarakat
dapat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Sarana
yang di butuhkan yakni obat-obatan dan alat kesehatan. Karena semua sarana yang dibutuhkan dalam kegiata
ini telah disiapkan oleh petugar kesehatan dari Puskesmas Pelitakan selaku
penyelenggara dan mahasiswa KKN hanya mendampingi, maka tidak ada biaya apapun
yang dikeluarkan oleh mahasiswa KKN. Dengan persentase
mencapai 100%. Dan sebagai penanggung jawab Semua
Mahasiswa KKN posko 48.
C.
Faktor Pendukung dan Penghambat Program Kerja
1. Faktor
Pendukung
Keberhasilan program kerja selama masa
kuliah kerja nyata dilaksanakan
tentunnya tidak lepas dari kerjasama, dukungan, serta masukan dari
berbagai pihak. Respon yang baik atas
setiap program kerja yang kami canangkan dan laksanakan
baik itu dari Pemerintah kecamatan,
Pemerintah desa, pemuda Desa Tuttula,
masyarakat, serta teman–teman peserta kuliah kerja
nyata angkatan XIX khususnya kelompok 48 Desa Tuttula atas kerjasama dan dukungan baik itu dari segi materil dan
pemikiran sangat mendukung dalam setiap proses pelaksanaan program kerja.
Hal yang tidak kalah
pentingnya adalah kesadaran dari anggota kelompok akan terbatasnya kemampuan
yang dimiliki setiap individu, sehingga pembagian tugas dapat disesuaikan
dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap anggota sangat
berguna dalam menyelesaikan setiap program. Terkhusus
kepada Kepala Dusun Tuttula dan keluarga, yang juga sangat membantu dalam pelaksanaan program kerja selama 2
bulan lamanya kami tinggal dirumah beliau kami sangat mendapat bantuan dalam
setiap kesulitan yang kami hadapi selama pelaksanaan program kerja.
2. Faktor
Penghambat
Kami tahu segala sesuatu
itu tidak ada yang sempurna, manusia hanya dapat mengatur dan menyusun rencana tetapi Allah SWT
yang menentukan. Program kerja yang telah kami susun bersama Perangkat desa dan
Masyrakat pastilah menuai hambatan dan rintangan.
Banyak kendala yang kami
hadapi selama pelaksanaan program kerja, baik itu dari segi materil dan infrastruktur.
Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program kerja
kami, yakni :
a.
Minimnya
Sarana dan Prasarana, kebutuhan akan sarana dan prasarana yang dapat
mempermudah pelaksanaan program tidak dapat terpenuhi secara maksimal.
b.
Minimnya dana dari kampus membuat kami harus bekerja eksta untuk mencukupi
kebutuhan selama berada di lokasi KKN.
c.
Kurang
partisipasi masyarakat ini dikarena kesibukan dan masalah internal menuntut
kami mengoptimalkan waktu, tenaga dan dana yang tersedia.
d.
Cuaca dan
Iklim, turunya hujan terutama pada
bulan ke-2 pelaksanaan kuliah kerja nyata juga sedikit
menghambat pelaksanaan program kerja
kami.
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari
laporan diatas maka dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwa Kuliah kerja nyata merupakan
salah satu proses yang turut andil dalam pembangunan sebuah desa atau
kelurahan. Baik dari segi pembangunan manusia dan pembangunan fisik suatu
wilayah. walaupun dalam skala kecil
tetapi berdampak besar bagi Masyarakat dan lebih khusus Mahasiswa itu sendiri
sebagai calon pemimpin bangsa kedepannya.
B.
SARAN
Perlu adanya pelatihan skill/keterampilan
Mahasiswa dalam pelaksanaan KKN berikutnya. Agar Mahasiswa yang akan terjun
mengabdi ke masyrakat lebih baik lagi dan mengerti akan apa yang lebih di butuhkan
masyarakat.
Kepada pihak pemerintah agar lebih terbuka dan berlapang dada dalam
membimbing Mahasiswa KKN agar terjadi kerjasama yang baik dalam pelaksanaan
program kerja serta memberi masukan dalam pembangunan Desa kedepannya.
